Kang-sik, seorang narapidana seumur hidup, hidup dalam keputusasaan—sampai suatu keajaiban memberinya satu hari kebebasan untuk bertemu anaknya setelah 15 tahun terpisah. Dengan hati berdebar, ia menyiapkan diri untuk pertemuan yang mungkin sekaligus terakhir. Kebahagiaan, penyesalan, dan ketakutan bercampur dalam setiap langkahnya.