Seorang profesor sastra yang sinis tiba-tiba terpesona oleh bakat menulis mahasiswanya yang brilian. Ketika garis antara mentor dan murid kabur, hubungan mereka berubah menjadi permainan psikologis yang intens. Di balik kata-kata indah tersembunyi hasrat, manipulasi, dan pertanyaan: apakah bakat sejati bisa lahir dari kehancuran?