Di tengah gelombang rasial tahun 1930-an, Jesse Owens, atlet Afrika-Amerika berbakat, bangkit sebagai bintang trek dan lapangan di Ohio State. Dibimbing pelatih Larry Snyder, ia menghadapi tantangan berat: tekanan hidup, diskriminasi, dan dilema moral untuk bertanding di Olimpiade Berlin 1936—ajang yang dikuasai Nazi. Meski dihujat, Owens memutuskan berlari, bukan hanya untuk negaranya, tapi juga melawan propaganda Hitler. Dengan kecepatannya, ia mengukir sejarah sebagai legenda Olimpiade, sementara kamera Leni Riefenstahl mengabadikan momen memalukan bagi rezim Nazi. Siapakah yang benar-benar memenangkan pertarungan ini?