Komaki, wanita paruh baya, memutuskan cerai dari suami pengangguran dan kembali ke kampung halaman dengan putrinya, Non-chan. Kesulitan ekonomi memaksanya membuka kedai bento sederhana. Dengan tekad dan dukungan warga, ia belajar bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal kecil—termasuk nasi kotak buatannya sendiri.