Marisa, gadis Neo-Nazi berusia 20 tahun, hidup dalam dunia kebencian, kekerasan, dan ideologi ekstrem. Ia adalah teladan bagi Svenja, anggota baru grupnya, sampai pertemuannya dengan seorang pengungsi Afghanistan menggoncang keyakinannya. Perlahan, Marisa mulai mempertanyakan segala yang ia percayai. Namun, meninggalkan kelompok itu berarti mengkhianati "keluarga" sekaligus membahayakan nyawanya.