Di sebuah pos terdepan kekaisaran, seorang magistrat yang awalnya patuh mulai mempertanyakan moralitasnya ketika Kolonel Joll tiba dengan metode interogasi kejam terhadap penduduk lokal, yang dituduh memberontak. Menyaksikan kekejaman yang dilakukan atas nama "peradaban", magistrat ini terbelah antara loyalitas dan suara hatinya. Sebuah refleksi pilu tentang kekuasaan, penindasan, dan harga yang harus dibayar untuk melawan sistem.