Di musim dingin Perang Dunia II, Michiel, remaja 14 tahun, terlibat dalam perlawanan setelah menolong tentara Inggris yang terluka. Awalnya ia melihat perang sebagai petualangan, tetapi kenyataan pahit segera menghantam: pengkhianatan, kematian, dan ketakutan yang tak terelakkan. Saat perang mendekati akhir, Michiel belajar bahwa keberanian sejati bukan tentang senjata, tapi tentang bertahan di tengah kegelapan. Bisakah ia menemukan harapan di dunia yang hancur?