Di kota pelabuhan Kaitan yang dingin, nasib warga terhubung oleh keputusasaan: Futa kehilangan pekerjaan di galangan kapal, Makoto berjuang membujuk nenek tua bertahan di rumahnya, sementara Ryuzo dan Haruo menghadapi kehancuran keluarga. Cerita mereka bersinggungan dalam lukisan pilu tentang kehilangan, ketahanan, dan cahaya kecil di tengah kegelapan industri yang runtuh.