Di bawah penjajahan Jepang, suku Seediq di Taiwan dipaksa meninggalkan budaya dan kepercayaan mereka. Mona Rudao, pemimpin mereka, menyaksikan penindasan selama 30 tahun hingga sebuah insiden memicu pemberontakan. Dengan hanya 300 prajurit, ia memimpin perlawanan melawan 3.000 tentara Jepang, memperjuangkan harga diri dan hak untuk menjadi "manusia sejati". Pertempuran epik ini menguji batas keberanian dan pengorbanan.