Sepuluh tahun setelah kembali sebagai pahlawan perang, Mulan harus memanggul pedangnya lagi saat musuh mengancam perbatasan. Dengan tekad baja dan keahlian tempur tak tertandingi, ia memimpin pasukan menghadapi gelombang invasi. Tapi kali ini, perang bukan hanya di medan laga—melainkan juga di hatinya.