Di tengah berkecamuknya Perang Saudara Amerika, Presiden Abraham Lincoln berjuang mati-matian untuk mengamandemen konstitusi yang akan menghapus perbudakan selamanya. Namun, waktu terus berdetak—jika perdamaian tiba sebelum amendemen disahkan, negara-negara Selatan akan menggagalkannya. Lincoln harus memenangkan suara di Kongres yang enggan, sambil bergulat dengan dilema moral: mengakhiri perang dan menyelamatkan ribuan nyawa, atau memastikan kebebasan bagi jutaan orang. Di pundaknya, bukan hanya nasib bangsa, tapi juga jiwa manusia.