Prospera, ahli sihir yang diasingkan ke pulau terpencil, membalaskan dendamnya dengan mengobrak-abrik nasib musuh-musuhnya lewat mantra dan ilusi. Di tengah pertarungan kuasa dengan Caliban dan manipulasi terhadap putrinya, Miranda, Prospera mempertanyakan batas antara kekuasaan dan penebusan. Dengan visual memukau dan transformasi gender dari drama Shakespeare, kisah ini mengukir pertanyaan abadi: