Di tengah pengasingan, Mustafa, seorang penyair pemberontak, memulai perjalanan pulang bersama pengurus rumahnya dan putrinya. Kata-katanya yang penuh kebijaksanaan menjadi ancaman bagi penguasa, yang berusaha membungkamnya. Dalam pelarian melintasi pemandangan memukau, trio ini menemukan kekuatan dalam puisi dan cinta. Tapi bisikannya yang menggugah jiwa bisa memicu pemberontakan—akankah kebenaran mereka bertahan?