Di tengah perang yang menghancurkan, seorang wanita merawat suaminya yang terbaring koma akibat tembakan. Dalam kesendirian, dia mulai mengungkapkan segala rahasia, penderitaan, dan keinginan terpendamnya—seolah suaminya adalah "batu kesabaran" yang menyerap semua keluh kesah. Namun, ketika seorang tentara muda memasuki hidupnya, dia menemukan keberanian untuk memberontak terhadap belenggu tradisi. Bisakah kebebasan sejati ditemukan di tengah kehancuran?