Di tengah dinginnya Inverness, Luisaidh terperangkap dalam kesedihan mendalam setelah kepergian sahabatnya. Ia mengubur rasa sakitnya dengan alkohol, seks tanpa cinta, dan kenangan pahit yang tak bisa dilupakan. Saat semua orang sibuk merayakan, ia justru terjebak dalam labirin kesepian. Namun, di balik keputusasaan, mungkin ada secercah harapan yang menunggu untuk ditemukan—jika ia berani membuka mata.