Nickie dan Emily jatuh cinta pada pandangan pertama di Toronto. Namun, di balik chemistry mereka yang sempurna, masing-masing menyimpan luka: Nickie terobsesi pada hilangnya adiknya, sementara Emily bergumul dengan gangguan bipolar. Ketika cinta mereka diuji oleh ledakan emosi, ketakutan, dan tekanan keluarga, mereka harus memutuskan—apakah mereka saling menyelamatkan atau justru saling menghancurkan? Kisah ini menggugah pertanyaan: bisakah dua jiwa yang rusak menemukan kesempurnaan dalam ketidaksempurnaan satu sama lain?