Dengan wajah yang terdistorsi oleh senyuman permanen, Gwynplaine hidup dalam bayang-bayang rasa malu. Ia menyelamatkan Dea, gadis buta yang tak pernah melihat kekurangannya, namun hatinya terus dihantui keraguan. Ketika konspirasi bangsawan mengancam kebahagiaannya, ia harus memilih antara cinta sejati atau kehidupan yang penuh kepalsuan. Bisik-bisik istana menyimpan rahasia yang bisa menghancurkannya—atau membebaskannya selamanya.