Di era Dinasti Qing, pasukan elit "The Guillotines" menjadi alat kekejaman Kaisar untuk memberantas pemberontak. Namun, ketika kekuasaan beralih, mereka dianggap ancaman dan diburu oleh rezim baru yang mengadopsi teknologi Barat. Terjebak antara loyalitas dan bertahan hidup, pasukan ini harus memilih: mati sebagai alat kekuasaan atau melawan sang penguasa yang dulu mereka layani. Siapakah yang akan bertahan ketika pedang pengkhianatan menghujam dari segala arah?