Mimpi buruk yang sama terus menghantui seorang aktor gagal: ia terjebak di rumah cermin yang tak bisa ditembus. Setiap refleksi memperlihatkan versi dirinya yang semakin terdistorsi, mengungkap ketakutan terdalam akan kegagalan dan identitas. Apakah ini sekadar ilusi, atau kenyataan yang lebih mengerikan?