Sejak lahir, Muzamil dikutuk oleh orang suci desa: ia akan mati di usia 20. Ayahnya lari, meninggalkan Sakina membesarkannya dengan ketakutan berlebihan. Kini, di usia 19 tahun, Muzamil menghadapi takdirnya sambil mencari arti hidup yang singkat. Bisakah ia melawan nasib, ataukah waktu benar-benar akan habis untuknya? Sebuah kisah menyentuh tentang takdir, kehilangan, dan keberanian.