Seorang prajurit Maratha yang tangguh, dibesarkan oleh rasa kehilangan dan dendam, harus memilih antara kewajiban sebagai panglima perang dan tanggung jawab sebagai seorang ayah. Ketika benteng terancam direbut oleh pasukan Mughal yang dipimpin oleh musuh bebuyutannya, ia memutuskan untuk maju meski harus menghadapi pengkhianatan dan pertempuran berdarah. Dengan pedang terhunus dan tekad membara, perjuangannya menjadi legenda yang menggetarkan sejarah.