Yonosuke, pemuda biasa dari Nagasaki, tiba di Tokyo di puncak kejayaan ekonomi Jepang. Melalui persahabatan, cinta, dan tawa, hidupnya menyentuh banyak orang. Enam belas tahun kemudian, teman-temannya mengenangnya setelah kematiannya melalui foto-foto penuh makna.