Mei 1942, Batalyon Jerman pimpinan Hans von Witzland dikirim ke Stalingrad—pertempuran paling berdarah di Front Timur. Melalui mata Hans, kita menyaksikan kengerian perang: dingin yang mematikan, kelaparan, dan perlahan hancurnya jiwa manusia. Reich Ketiga mengira ini puncak kejayaan, tapi Stalingrad akan menjadi kuburan bagi mimpi mereka. Bisakah Hans bertahan di neraka yang bahkan setan pun gentar memasukinya?