Di tengah malam Hong Kong yang gelap dan penuh intrik, seorang detektif arogan kehilangan senjatanya di tangan empat preman muda. Waktu terus berjalan, dan sebelum fajar tiba, unit elit P.T.U. (Police Tactical Unit) dipimpin oleh komandan bertekad baja harus bergerak cepat untuk mengembalikan senjata itu—sebelum jatuh ke tangan yang salah dan memicu kekacauan tak terhindarkan. Setiap detik berarti, dan kesalahan kecil bisa berujung pada pertumpahan darah.