John Clarke, ahli bedah jenius, hancur oleh rasa bersalah setelah kematian putranya. Tapi bukan obat yang ia butuhkan—melainkan rasa darah manusia. Ketika obsesinya tumbuh, garis antara kesedihan dan kegilaan pun kabur. Apakah ini kutukan, atau hanya cara pikirannya yang terluka untuk bertahan? Satu hal pasti: penyembuhannya akan memakan korban.