Malam bersejarah pada 25 Februari 1964 menjadi latar film drama ini, di mana Cassius Clay (kelak Muhammad Ali) merayakan kemenangannya sebagai juara tinju dunia bersama tiga legenda: Malcolm X, Sam Cooke, dan Jim Brown. Di tengah segregasi rasial, mereka berdiskusi tentang peran mereka sebagai tokoh perubahan. Film pemenang 68 penghargaan ini menggugah dengan dialog tajam dan potret perjuangan hak asasi manusia.