Lucia dan Marcus berpikir pertunangan mereka akan berjalan mulus, sampai dua ayah mereka—dengan ego segede gunung—mulai berperang. Dari persaingan masakan hingga adu gengsi, pernikahan ini berubah jadi medan pertempuran. Satu-satunya yang bisa meredakan kekacauan adalah Angela, sang penengah bijak. Tapi bisakah cinta menang sebelum pernikahan hancur berantakan?