Kok Pin, Boon Hock, dan Terry dijuluki "bodoh" karena masuk kelas remedial di Singapura. Tapi di balik label itu, masing-masing punya bakat terpendam: seni, kerja keras, dan kecerdikan. Sementara mereka berjuang melawan tekanan sekolah, orangtua mereka sibuk dengan ambisi sendiri. Kisah mengharukan ini mengungkap betapa sistem pendidikan bisa menghancurkan mimpi—atau justru memicu pemberontakan kecil.