Terinspirasi kisah nyata, film ini menggambarkan kekejaman rezim otoriter Korea Selatan tahun 1985. Kim Jong Tae, pemimpin gerakan demokrasi, ditangkap dan disiksa selama 22 hari di fasilitas interogasi Namyeong-dong. Dengan narasi yang menggigit, film ini mengekspos keganasan politik sekaligus keteguhan hati seorang pejuang.