Nelson Mandela, pengacara muda Afrika Selatan, berubah menjadi pejuang bersenjata setelah pembantaian Sharpeville. Dipenjara puluhan tahun, semangatnya tak pudar, sementara istrinya, Winnie, tumbuh keras oleh kekejaman apartheid. Saat kebebasannya tiba, Mandela menghadapi ujian terberat: mempersatukan bangsa yang terkoyak tanpa balas dendam. Bisakah perdamaian menang atas kebencian?