Dari gangster kecil menjadi suara perlawanan, Malcolm X adalah legenda yang hidup dalam api perubahan. Setelah kematian ayahnya di tangan KKK, ia menemukan pencerahan dalam Islam dan memimpin perjuangan hak sipil dengan kata-kata yang menggetarkan. Namun, perjalanannya ke Mekkah mengubah segalanya—bisakah seorang revolusioner menemukan kedamaian sebelum takdirnya yang tragis?