Pink, bintang rock yang terisolasi, terjebak dalam tembok imajiner yang ia bangun sejak kecil—dari ayah yang gugur di perang, ibu yang overprotektif, hingga sistem pendidikan yang kejam. Kini, sebagai selebriti, ia dikhianati cinta dan dikonsumsi kesepian. Melalui musik psychedelic dan animasi surreal, ia menghadapi trauma masa lalu dan kegelisahannya. Tembok itu tumbuh semakin tinggi, memisahkannya dari dunia.