Seorang seniman tua yang muak dengan hidup bertemu dengan remaja berbakat yang penuh gairah akan seni. Di musim panas 1974, keduanya membentuk hubungan yang awalnya tegang: sang remaja ingin belajar, sementara sang master telah meninggalkan dunia seni. Namun, seiring waktu, mereka saling mengisi kekosongan masing-masing—sang guru menemukan kembali hasratnya, sementara sang murid belajar melihat keindahan di balik kegelapan. Kisah nyata ini membuktikan bahwa seni bisa menyembuhkan, tapi bisakah itu menyelamatkan mereka berdua?