Di Libya pra-Perang Dunia II, Jenderal Rodolfo Graziani, "Jagal Etiopia dan Libya," dikirim Mussolini untuk menghancurkan perlawanan rakyat Arab. Namun, pemimpin pemberontak Omar Mukhtar dan pasukan Bedouin-nya terus menggagalkan rencananya. Graziani pun memulai perang kotor—membantai wanita, anak-anak, dan orang tua—untuk mematahkan semangat Mukhtar. Bisakah sang "Singa Gurun" bertahan melawan kekejaman ini?