Emiliano menyaksikan hidupnya melalui lensa kamera, mengaburkan batas antara realitas dan fantasi. Terjebak dalam ilusi kreasi seninya, ia memutar lagu yang sama seperti mantra, berusaha mengendalikan dunia yang semakin tak nyata. Tapi bisakah ia membedakan mana yang fiksi, mana yang kebenaran? Sebuah perenungan surealis tentang seni, kesepian, dan kegilaan.