Di London tahun 1880, Dr. Mortimer Granville dipecat karena menentang metode kuno atasan-atasannya. Ia akhirnya bekerja untuk Dr. Dalrymple, yang "mengobati" hysteria wanita dengan pijat panggul. Ketika tangannya cedera, temannya menciptakan alat revolusioner—vibrator pertama. Di tengah kekacauan, Mortimer justru jatuh cinta pada Charlotte, kakak sang tunangan yang aktif memperjuangkan hak wanita. Bisakah cinta mengalahkan konvensi sosial?