Seorang pengusaha kaya menerima kabar buruk: putranya diculik dan tebusan besar diminta. Namun, ternyata anaknya aman—yang diculik justru anak sopirnya. Penculik tak peduli: bayar atau anak itu mati. Terjebak dalam dilema moral, sang pengusaha harus memilih antara nyawa anak tak bersalah atau kesepakatan bisnis yang akan menyelamatkan masa depannya. Siapa yang akan menang dalam permainan psikologi mematikan ini?