Morino dan Kamiyama terobsesi dengan kekejaman dan pembunuhan. Alih-alih melaporkan ke polisi, mereka justru melacak pembunuh berantai untuk menyaksikan hasil karyanya. Namun, ketika mereka semakin dekat dengan sang pelaku, garis antara pengamat dan korban mulai kabur. Bisakah mereka keluar dari permainan mematikan ini, atau justru menjadi bagian dari seni kematian itu sendiri?