Di tengah kekacauan Jepang pasca-Perang Dunia II, seorang pemuda Korea berjuang melawan rasisme, kejahatan terorganisir, dan tentara Amerika yang menduduki negeri itu. Awalnya bercita-cita menjadi pilot tempur, ia justru menemukan takdirnya sebagai petarung jalanan yang harus mengalahkan ketakutan terbesarnya: kegagalan. Dengan tinjunya, ia menantang dunia yang ingin menghancurkannya. Siapakah yang akan bertahan—jiwanya atau musuh-musuhnya?