Di tengah kekacauan tahun 1948 Palestina, Farha, gadis 14 tahun, terpaksa menyaksikan kehancuran rumah dan hidupnya dari balik pintu dapur yang terkunci. Sebuah kisah pilu tentang ketahanan dan kehilangan yang menggetarkan hati, menggambarkan tragedi kemanusiaan melalui mata seorang anak.