Di dunia futuristik di mana emosi dilarang dan seni dimusnahkan, John Preston—agen elit yang membasmi para pembangkang—secara tak sengaja melewatkan dosis obat penekan emosinya. Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu yang asing: perasaan. Kini, sebagai satu-satunya orang yang bisa merasakan, Preston menjadi ancaman terbesar bagi rezim yang ia pertahankan. Bisakah ia menggulingkan tirani ini sebelum terlambat?