Di tengah penjajahan Jepang yang kejam, Dongju Yoon berani bermimpi menjadi penyair. Kisahnya adalah perlawanan diam-diam melalui kata-kata, menghadapi tekanan dan pengorbanan untuk menjaga identitas bangsanya. Akankah puisinya menjadi cahaya di kegelapan, atau justru membawanya pada kehancuran?