Kapten Karan Dogra dituduh sebagai mata-mata setelah helikopternya jatuh di perbatasan China. Ditinggal oleh negaranya dan disiksa, ia berhasil melarikan diri—hanya untuk terjebak dalam misi menyelamatkan Simrit dari cengkeraman gembong kejam, AK 47. Dengan aksi berdarah-darah dan strategi gerilya, Karan membuktikan bahwa seorang tentara tak pernah menyerah.