Ah Kun, tokoh sentral dari 'Era Diam Diam', kini tak lagi diam. Frustrasi dengan kebijakan pemerintah, ia bersama Osman dan Shamugam membentuk partai oposisi untuk menghadapi pemilihan Singapura 1988. Dengan humor khas dan konflik politik yang menggelitik, film ini mengajak penonton menyaksikan perjuangan tiga sekawan mengubah nasib mereka—dan mungkin negara.