Di sebuah desa yang dikuasai ekstremis di Timur Tengah, seorang pianis menyaksikan instrumen dan mimpinya hancur oleh tangan para penindas. Dengan risiko kematian, ia memulai perjalanan berbahaya untuk membangun kembali pianonya—simbol terakhir kebebasan dan harapan. Bisikannya melawan tirani dengan nada-nada yang dilarang menjadi perlawanan paling heroik yang pernah ia lakukan.