Kiroku, remaja di Jepang tahun 1930-an, terbelah antara cinta pada Michiko dan hasrat berkelahi. Untuk menyalurkan energi seksualnya, ia bergabung dengan geng preman dan terlibat dalam kekerasan politik. Namun, ketika nasionalisme ekstrem membawanya ke jalan gelap, apakah Kiroku menyadari bahwa ia sedang menjadi pion dalam permainan yang lebih besar?