Jamie menghabiskan hari-harinya mengoperasikan mesin penghancur hutan, menyaksikan kehancuran yang ia ciptakan. Setiap malam, ia menyusuri puing-puing itu, menyelamatkan hewan yang terluka—metafora menyakitkan atas usahanya melarikan diri dari kehidupan yang menjeratnya. Drama penuh emosi ini menggali konflik batin seorang pria yang terjebak antara harapan dan realitas kejam, di mana setiap pilihan terasa seperti sangkar tak terlihat.