Dua marinir selamat dari penyiksaan ISIS, tapi perang dalam diri mereka belum berakhir. Satu berjuang melawan luka fisik dan mental, sementara yang lain kembali ke dunia MMA—tempat ia dulu meninggalkan segalanya. Bukan sekadar untuk bertarung, tapi untuk menemukan alasan bertahan hidup. Di atas ring, setiap pukulan adalah pelepasan rasa sakit, setiap kemenangan adalah pengakuan bahwa ia masih hidup. Tapi bisakah pertarungan terakhirnya memberinya kedamaian?