Prajurit muda ini selamat dari ledakan IED di medan perang, tapi kembali dengan tulang punggung dan kaki hancur. Dinyatakan tidak layak bertugas, ia memilih jalur mustahil: balapan motocross demi menghidupi keluarganya. Dengan rasa sakit sebagai teman latihan, ia harus mengalahkan keraguan dan lawan-lawan yang lebih kuat. Satu kesempatan, satu tujuan—menang atau hancur.