Nakul, pemuda 25 tahun yang sedang merencanakan pernikahan, tiba-tiba dibuat malu ketika ibunya yang sudah paruh baya ternyata hamil. Konflik keluarga pun meletus: antara malu, tawa, dan canggungnya menghadapi pandangan masyarakat. Di tengah kekacauan ini, Nakul harus memilih—apakah ia akan terus lari dari kenyataan, atau belajar menerima bahwa cinta dan keluarga tak pernah mengenal batas usia?